PROSEDUR PENYANBUNGAN FIBER OPTIK

Bismillah,

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh



1. Prosedur Penyambungan Fiber Optik 

Penggunaan material dan peralatan harus benar. Pemasangan saran sambung kecil kabel harus sesuai petunjuk pelaksanaan. Pengetesan harus dilakukan sesuai penyambungan.

2. Menerapkan Prosedur Kesehatan, Keselamatan, Dan Keamanan Kerja

Pada bagian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyambungan kabel fiber optik. Sebagai contoh saya lampirkan gambar area kerja untuk proses penyambungan kabel optik. Dalam panyambungan fiber optik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :


1. Kebersihan tempat maupun alat kerja.

1) Sebelum bekerja yakinkan bahwa alat berfungsi dengan baik (sudah dikalibrasi)

2) Tempat dan alat bekerja harus bersih dari debu atau kotoran yang lain.

3) Setelah selesai bekerja alat dan tempat kerja dibersihkan dari sisa pekerjaan seperti potongan optik, jelly yang menempel dan kotoran lainnya.


2. Kelengkapan keselamatan kerja

Pekerjaan penyambungan optik baik dalam penangan closure / sarana alat sambung maupun penyambungan fiber mempunyai beberapa kelengkapan keselamatan kerja yaitu:

1) Sarung tangan.

2) Isolasi / Lak ban.

3) Kacamata pelindung.


3. Urutan proses penyambungan, khususnya untuk keselamatan kerja.

1) Pekerjaan penangan kabel dan sarana sambung kabel

a) Gunakan alat / perkakas kerja yang benar.

b) Memakai sarung tangan untuk pekerjaan seperti penarikan kabel, pengupasan kulit kabel, terminasi kabel.

c) Perhatikan lekuk kabel pada rute menikung, perhatikan aturan bending kabel.

 2) Pekerjaan penyambungan fiber (serat) optik

a) Gunakanlah sarung tangan.

b) Gunakan kacamata pelindung mata (bila ada).

c) Sisa potongan optik dibersihkan dari alat maupun tempat kerja dengan cara diambil dengan lack band dan dibungkus kembali dengan lack band, kemudian dibuang ke tempat sampah.

d) Jangan menyentuh langsung fiber optik yang sudah dikupas dengan tangan telanjang.

e) Jangan meniup potongan fiber optik.


3. Penyambungan Kabel Fiber Optik

Dalam jaringan kabel titik rawan gangguan terletak pada titik sambungan,karna pengaruh dari luar seperti masuknya air ke dalam closure. Dalam jangkawaktu yang panjang 5 s/d 10 tahun akan menyebabkan turunnya karakteristik kabel, demikian juga akan menyebabkan rugu-rugi optik bertambah besar. Selain faktor air yang akan mempengaruhi kualitas jaringan juga factor mekanis seperti tegangan yang berlebihan serta bending radius.Tujuan penyambungan kabel optik secara umum adalah untuk menyambung 2 buah kabel serat optik sesuai dengan prosedur yang benar sehingga mempunyai rugi-rugi sekecil mungkin. Prosedur penyambungan serat optik adalah sebagai berikut :

1. Penyambungan kabel serat optik harus sesuai prosedur 

2. Penggunaan material dan peralatan harus benar 

3. Pemasangan saran sambung kecil kabel harus sesuai petunjuk pelaksanaan

4. Pengetesan harus dilakukan sesuai penyambungan  

5. Kesemuanya harus dlaksanakan dengan baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang optimal.


1. Pasang kedua Connector pada adapter Tx di OLT dan adapter di Interface OPM,

perhatikan celah adapter untuk memasukkan lidah dari connector.

Adapter pada OPM

Pastikan bahwa connector sudat tepat dan kencang terpasang pada adapter, jika masih nampak ulir lubang pada adapter, menandakan bahwa pemasangan connector tidak tepat.

Connector yang terpasang pada adapter OPM



OPM dengan OLT yang dihubungkan          dengan patchcord 

2. Lihat spesifikasi panjang gelombang atau wavelenght yang dipancarkan oleh OLT biasanya di cetak pada sisi cover belakang peralatan, digambar bawah tertulis 1.310 nm.

Untuk keamanan jangan menatap langsung sumber cahaya Tx dari OLT dalam keadaan operasi, untuk mencegah kerusakan mata. 



3. Hidupkan OPM dengan menekan tombol power, dan lihat display

OPM yang sudah dioperasikan.
 Perhatikan angka diatas, adalah nilai yang menunujukan panjang gelombang atau lambda, contoh di atas adalah 1490 nm.


4. Sesuaikan panjang gelombang yang di OPM dengan yang tercetak pada OLT dengan menekan 
    tombol berlambang lambda , sampai nilai sama (contoh 1310 nm).



5. Maka dari display OPM dapat diketahui bahwa daya yang diterima oleh OPM adalah -8,18 dBm atau dibulatkan menjadi - 8 dBm (angka dibelakang koma untuk dBm nilainya sangat kecil).


6. Jika loss dari patchcord diketahui adalah 1 dB, maka gunakan Rumus PRx = PTx - Loss, dimana PRx adalah angka yang ada di display OPM , Loss adalah loss patchcord dan PTx, adalah output dari Tx OLT.
Perhitungannya sebagai berikut :
       PRx = PTx - Loss
       - 8 dBm = PTx - 1 dB
       PTx = - 7 dBm
untuk melakukan konversi dalam milliWaat ada 2 cara ;
     a. Menggunakan kalkulator 
         PTx = antilog(10) -7 = 0,2 milliWatt
     b. Dengan menggunakan bilangan istimewa (tanpa kalkulator)
- 7 dBm = -10 dB + 3 dBm = 1/10 x 2 milliWatt = 0,2 milliWatt



Sekian dari penjelasan diatas, apabila ada kesalahan mohon dimaafkan🙏🙏


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..



Sumber berasal dari :

https://imamtho121.blogspot.com/2019/10/prosedur-penyambungan.html?m=1

Komentar